Pemancing Kembali Temukan Ikan Diduga Piranha di Sungai Klau, Dinas Perikanan Turun Tangan
JAKARTA, Mercusuar – Seekor ikan yang diduga piranha kembali ditemukan di Sungai Klau, Raub, Pahang, Malaysia. Temuan kedua ini dilaporkan terjadi sekitar sebulan setelah pemancing menemukan ikan serupa di kawasan tersebut.
Informasi mengenai penemuan itu disampaikan komunitas pemancing Jejak Air Tawar melalui media sosial. Spesimen kedua disebut ditangkap pemancing di bawah jembatan kawasan Rancangan Tanah Pemuda (RTP) Sungai Klau.
Ikan tersebut diduga merupakan red-bellied piranha (Pygocentrus nattereri). Namun, identifikasi itu belum dapat dipastikan secara ilmiah pada tingkat spesies.
Sebelumnya, ikan yang diduga piranha ditemukan pada 26 Agustus 2026 di kawasan Bendungan Klau. Departemen Perikanan Malaysia kemudian melakukan penyelidikan dan pemantauan di sekitar lokasi.
Hasil pemeriksaan teknis terhadap foto dan rekaman video ikan pertama menunjukkan karakteristik morfologinya konsisten dengan genus Pygocentrus, kelompok yang mencakup ikan piranha. Namun, Departemen Perikanan Malaysia menyatakan belum dapat memastikan spesiesnya karena spesimen fisik tidak tersedia untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Penemuan kedua memunculkan dugaan bahwa ikan tersebut mungkin telah dilepaskan ke perairan dalam jumlah lebih dari satu ekor. Komunitas pemancing juga belum dapat memastikan apakah ikan itu telah berkembang biak di Sungai Klau.
Departemen Perikanan Malaysia kini berencana bekerja sama dengan Akuaria KLCC untuk melakukan analisis genetik dan environmental DNA (eDNA). Pemeriksaan itu ditujukan untuk memastikan apakah ikan yang ditemukan benar-benar piranha atau justru spesies pacu yang memiliki kemiripan secara fisik.
Direktur Jenderal Perikanan Malaysia, Datuk Adnan Hussain, mengatakan pengujian tersebut diperlukan karena pihaknya belum menerima spesimen fisik yang dapat digunakan untuk identifikasi hingga tingkat genus dan spesies.
Pemerintah Malaysia juga belum menemukan bukti adanya populasi piranha yang telah menetap atau berkembang biak di Bendungan Klau. Pemantauan Departemen Perikanan Pahang hingga 15 September 2026 tidak mencatat tangkapan tambahan maupun insiden keselamatan yang berkaitan dengan ikan tersebut.
Masyarakat, khususnya pemancing di sekitar Sungai Klau, diminta melaporkan jika kembali menemukan ikan yang dicurigai sebagai piranha. Dokumentasi berupa foto dan video serta penyimpanan spesimen, jika memungkinkan, diperlukan untuk membantu proses identifikasi dan penelitian.
Departemen Perikanan Malaysia juga mengingatkan bahwa pelepasan spesies ikan asing ke perairan umum dapat berisiko terhadap ekosistem, ikan lokal, dan keanekaragaman hayati.
(Yoyo)